Malam saja selalu setia pada pagi
Maka bulan tidak punya alasan untuk meninggalkan bumi
Pada dahan yang kerontang saja daun masih menemani
Maka tak ada alasan bagi hujan untuk iri pada pelangi
Lantas bagaimana dengan rindunya air pada api ?
Rupanya rindu ini mulai licik
Dia membodohi si pemilik rindu
Cacing cacing tanah saja tau kalo air dan api bermusuhan !
Jangan bodoh !
Tapi pemilik rindu ini tidak mau tau .
Logika gravitasi belum cukup menghentikannya untuk berhenti mencari cela
Kalau saja rindu ini kertas
api bisa membakarkannya untukku
Rinduku hilang
Kalau saja rindu ini jejak kaki
Hujan bisa membasahi dengan airnya
Rinduku hilang
Kalau saja rindu ini gelap malam
Matahari pagi pasti datang memberi terangnya
Rinduku hilang
Sayangnya rindu cuna rindu
Maya dan menyesakkan
Tidak tampak tapi nyata sekali
Tapi si pemilik rindu pasti terus menginginkan satu hal
Kalau saja rindu ini pisau ...
Akan kutusukkan ke hatiku yang terlalu penuh oleh rindu
