VS

terkadang apa yang sedang ada di dalam pikiran kita sangat perlu untuk segera dituangkan dalam bentuk tulisan , apapun itu bentuknya . seperti saat ini , tulisan ini adalah bentuk nyata sebuah fikiran yang pernah terlintas dibenakku . oke, check this out (?) . mungkin tulisan ini sedikit banyak terlihat agak sedikit kaku , canggung, tidak bermakna , atau apalah sejenisnya . tapi harus diakui kalo disini aku agak sedikit bermain dengan skill menulis yang aku kira bnyak terdapat dalam diri , tapi ternyata salah besar haha , aku tidak sepandai itu dalam menuangkan apa yang dipikiran dalam bentuk sebuah tulisan . itu aku dengan banyak perkiraan tentang siapa aku ? :)

oke , suatu waktu ketika harapan yang ada berbenturan dengan realita . suatu keadaan yang mungkin bisa dibilang sedikit mengecewakan , karna pada umumnya, manusiawi sekali kalo seorang manusia menginginkan realita yang ada sejalan dengan harapan yang dibentuk sebelumnya . jadi bagaimana dengan keadaan yang berbenturan itu ?

mungkin sedikit bercerita tentang sebuah pengalaman atau keadaan tepatnya . entah keadaan siapa ini , bisa aku bisa juga kamu . aku kira kalau berbicara tentang harapan , itu pasti sedikit menyentuh tentang masa depan . harapan adalah sebuaha asa yang dibentangkan seapik mungkin untuk sebuah masa yang belum terjadi , serapi mungkin dan sebagus mungkin , jadi seorang manusia si pemilik harapan itu dengan sekeras mungkin berusaha untuk menggapai apa yang sudah dicatatkan sebagai harapannya . lalu seperti apa dengan harapan yang bukan dimiliki untuk satu orang saja ? maksudnya ? .

harapan memang bukan milik satu orang saja . seorang anak dengan sebuah cita-citanya , bisa jadi dan itu memang benar , biasanya cita-cita itu juga milik kedua orang tuanya , mirik keluarga besarnya , dan milik si anak seutuhnya . jadi jalan untuk manggapai asa itu sedikit diberi kemudahan . tapi bagaimana jika harapan itu justru berpotensi menghancurkan realita yang dimiliki si anak ? . realita yang sebenarnya bisa disatukan dengan asa namun pada jalannya memang agak sedikit sulit . banyak rintangan untuk menjadikan realita itu sebuah harapan yang diimpikan orang tua si anak .

jadi bukan hal yang mudah untuk melepas sebuah realita yang sudah terjadi yang sudah terlanjur dimiliki, terlanjur menjadi sebuah kesayangan untuk sebuah harapan masa depan mendatang yang mungkin akan berbanding terbalik dengan realita sekarang .


0 Comments:

Post a Comment